Bahaya Terjatuh Dalam Posisi Duduk - Seringkali orang terjatuh dalam posisi terduduk, seperti terpeleset atau terjatuh dari tangga. Jatuh dengan posisi duduk rasanya nyeri bukan kepalang. Selain nyeri, ada bahaya lain lho bila terjatuh dalam posisi terduduk, yaitu, yang cukup membahayakan, adalah cedera pada tulang ekor yang terhubung dengan saraf di tulang belakang. Tulang ekor (coccyx) merupakan salah satu tulang terkecil dalam tubuh, tetapi bisa menyebabkan sakit yang luar biasa dan masalah kesehatan serius bila mengalami cedera pada saat terjatuh. Tulang ekor ini terletak di ujung bawah tulang belakang dimana ia biasanya terlindungi dengan baik, tetapi ketika terluka saat jatuh atau trauma lain, maka tulang ekor bisa memar atau dislokasi tulang.
Segala bentuk cedera pada tulang ekor dapat menyebabkan masalah serius karena terdapat banyak saraf dan otot yang melekat pada tulang ekor, seperti saraf yang mengelilingi seluruh tulang belakang, otot-otot dasar panggul, daerah usus, serta paha dan kaki bagian atas.
Beberapa bahaya bila mengalami cedera tulang ekor seperti dilansir Webmd dan coccyx.org adalah:
-Sakit saat atau setelah duduk
-Sakit akut ketika bergerak dari duduk ke berdiri
-Sakit kepala parah
-Nyeri di seluruh tubuh terutama pinggang dan panggul
-Nyeri di daerah tulang ekor yang tidak mereda dalam jangka waktu lama (coccygodynia)
-Mengalami masalah pencernaan kronis, terutama sembelit.
-Kram hebat saat menstruasi
-Depresi dan susah tidur
-Sakit saat melakukan hubungan seksual
Selain terjatuh dalam posisi duduk, cedera tulang ekor juga bisa terjadi karena kondisi berikut:
-Posisi duduk yang salah
-Pukulan langsung ke tulang belakang,
-Terluka atau patah tulang ekor saat persalinan
-Tegang atau gesekan berulang-ulang seperti gerakan pada mendayung dan bersepeda
-Infeksi atau tumor pada tulang ekor
Beberapa masalah kesehatan dapat muncul tepat setelah cedera tulang ekor, sementara yang lain muncul pada bulan atau tahun berikutnya.
Cedera tulang ekor lebih sering terjadi pada perempuan karena bentuk panggul perempuan membuat tulang ekornya lebih terbuka.
Bahaya Terjatuh Dalam Posisi Duduk
4 Alasan Mengapa Wanita Masturbasi
Alasan Mengapa Wanita Masturbasi - Ternyata wanita juga ada mempunyai keinginan untuk memuaskan diri sendiri atau masturbasi. Masturbasi pada wanita bukan tentang menggantikan posisi Anda sebagai partner seksnya. Sebagian besar wanita masturbasi karena lebih nyaman dengan tubuhnya. Mereka ingin membiarkan Anda tahu apa yang memuaskan baginya.
Dilansir dari Askmen, data statistik menunjukkan bahwa 60 persen wanita mengaku masturbasi. Lebih lanjut muncul pula fakta bahwa 20 persen wanita di bawah 30 tahun masturbasi sepekan sekali, dan 7 persen wanita melakukannya setiap hari. Rata-rata, wanita masturbasi mulai usia 14 atau 15 tahun.
Hasil tersebut tidak sebanyak yang ditunjukkan pria. Wanita punya alasan berbeda mengapa mereka masturbasi, berikut di antaraya:
Gembira
Kegembiraan yang mengaduk indra atau pikiran dapat menyebabkan tangan seorang wanita untuk menavigasi setiap inci tubuhnya. Kegembiraaan tertentu memungkinkan wanita untuk beraksi seks dengan cara masturbasi.
Tidak nyaman
Sebagian wanita mulai masturbasi karena mereka merasa terlalu gemuk atau tidak menarik di hadapan pria. Karena merasa kurang seksi, mereka memilih untuk "bersenang-senang" dengan fantasi seksnya.
Tidak bergairah
Sebagian wanita merasa sangat gembira untuk alasan sangat sederhana atau berpikir tentang berhubungan seks begitu sering. Alhasil, mereka merasa perlu untuk terus-menerus membiarkan tangannya menyelesaikan "pekerjaan" seperti yang ada dalam alam pikirnya.
Merasa diri adalah terbaik
Mereka adalah wanita yang tidak dapat mencapai orgasme dengan cara lain selain melalui masturbasi. Karena merasa satu-satunya orang yang tahu di mana titik-titik sensitif dalam tubuhya serta bagaimana tingkat serangan dan kecepatan yang tepat, mereka terpaksa menggunakan masturbasi untuk mencapai kepuasan seksual.
Askmen menegaskan, selama tidak menjadi obsesi, masturbasi adalah hal yang sangat sehat untuk wanita. Inipun membantu wanita untuk mengetahui apa yang mereka nikmati, dan posisi apa yang pas saat pasangan ingin merangsang tubuh mereka.
5 Jenis Olah Raga Meningkatkan Vitalitas Seksual
Berhubungan seks, seperti sudah banyak dibahas, juga bagian dari olahraga. Namun bukan berarti cukup dengan seks saja, tubuh menjadi sehat.
Melakukan olahraga lainnya juga bisa membuat tubuh sehat dan kehidupan seks lebih baik. Seperti dilansir Times of India, ada beberapa olahraga yang membuat Anda lebih piawai saat di ranjang. Ini dia:
1. Olah Raga Push-ups
Push-ups dapat menguatkan lengan, bahu dan otot perut. Dengan olahraga ini, Anda bisa mendapatkan otot perut yang kencang sehingga penampilan lebih menarik. Tak hanya itu, dengan otot perut yang kencang, untuk pria khususnya, sangat berguna saat melakukan posisi bercinta man on top.
2. Olah Raga Squats
Saat melakukan squats, banyak otot yang bekerja menghasilkan sejumlah hormon dan pada akhirnya bisa meningkatkan gairah seks. Olahraga ini juga menguatkan otot bokong dan kaki bagian atas sehingga bisa menambah performa saat bercinta.
3. Olah Raga Bench Press
Melakukan bench press membantu menguatkan otot dada dan lengan. Banyak wanita yang mengagumi pria berdada bidang. Dengan otot dada yang kuat, pria juga tidak mudah lelah saat bercinta dengan pasangannya. Sedangkan untuk wanita, bench press akan membuat payudara terlihat lebih kencang dan berisi. Hal ini tentu akan membuat si dia semakin tertarik pada Anda.
4. Olah Raga Kardio
Semua jenis olahraga kardio mulai dari berenang, berlari ataupun aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Dengan memiliki sirkulasi darah yang baik bisa membantu proses timbulnya gairah seks. Olahraga kardio juga membantu Anda melepaskan hormon endorphins di otak, hormon yang membuat rasa bahagia.
5. Olah Raga Kegel
Kegel merupakan salah satu olahraga yang penting untuk pria dan wanita. Dengan berlatih kegel, Anda bisa merasakan perubahan berarti saat bercinta. Pada pria, dengan berlatih kegel secara reguler membantu mengontrol otot yang biasanya berkontraksi saat ejakulasi. Dengan bisa mengontrol itu, para pria pun bisa membuat ejakulasi lebih lama.
6 Penyakit Seksual yang Ditularkan Pria
Penyakit Seksual yang Ditularkan Pria - Waspadai sejumlah penyakit menular seksual (PMS) yang tidak diinginkan pria. Celakanya, penyakit itu bisa ditularkan kepada wanita. Bagaimana mengenalinya? Pernah mendengar kasus istri keputihan tak kunjung sembuh? Bau pula! Sudah diobati, tetapi kambuh terus.
Ketika dokter meminta suaminya ikut diperiksa, baru ketahuan sumber keputihan berbau itu si lelaki. Dia membawa penyakit seksual itu ke rumah setelah mendapatkannya entah dari perempuan (atau lelaki) mana, lalu "membagikannya" kepada sang istri saat berhubungan intim.
Berikut ini enam jenis PMS yang menurut WebMD tak diinginkan pria. Tentunya juga tidak diinginkan wanita karena bau, sakit, dan bisa menimbulkan kemandulan.
Penyakit HIV:
Penambahan angka penderita HIV/AIDS sebenarnya bisa dicegah. Infeksi awal HIV/AIDS tidak memiliki gejala sehingga banyak orang tidak tahu sudah terinfeksi virus tersebut. Itu sebabnya HIV menjadi penting. Jika Anda aktif secara seksual dengan lebih dari satu pasangan atau ada alasan Anda kemungkinan terpapar HIV pada masa lalu, sebaiknya lakukan skrining.
Penyakit Gonorea:
Merupakan jenis PMS yang tidak mudah hilang. Pada pria, gejala GO termasuk nanah pada saluran kemih dengan rasa panas saat berkemih. Gonorea yang tidak diobati atau ditangani dengan baik bisa menyebabkan epididimitis, yaitu kondisi menyakitkan pada buah pelir dan bisa menyebabkan kemandulan.
Pada perempuan, GO merupakan penyebab utama penyakit radang panggul dan seperti klamidia, bisa menimbulkan infertilitas. GO membuat seseorang 3-5 kali kemungkinannya mengalami HIV.
Penyakit Klamidia:
Meskipun tidak menunjukkan gejala, klamidia dapat menimbulkan peradangan testikel, prostat, maupun uretra. Konsekuensi bagi wanita lebih serius lagi. Infeksi yang tidak ditangani menjadi penyebab utama penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, dan beberapa kejadian infertilitas.
Meski hampir satu juta kasus klamidia di AS didiagnosis tahun 2005, para ahli memperkirakan bahwa sebenarnya terdapat 2,8 juta kasus baru setiap tahunnya. Artinya, dua dari tiga orang yang terinfeksi klamidia tidak tahu mereka memilikinya dan bisa menularkan kepada orang lain.
Penelitian menunjukkan, 1 dari 8 perempuan yang ditangani untuk masalah klamidia mengalami infeksi kembali dalam waktu setahun.
Penyakit Virus Herpes Simpleks (HSV-2):
HSV-2 diduga yang menyebabkan sakit herpes genital mulai menurun (hanya saja kondisi ini di Indonesia tidak diketahui). Di AS, dari tes darah terhadap orang dewasa usia 48 tahun dan lebih muda, virus itu berkurang secara dramatis 19 persen dalam 10 tahun terakhir.
Penyakit Human Papillomavirus (HPV):
Virus itu diketahui sebagai penyebab kanker leher rahim (serviks). HPV juga menyebabkan kutil genital dan meningkatkan resiko kanker pada penis dan anus pada pria. Jutaan pria membawa virus tersebut dan berisiko menularkan kepada pasangan seksualnya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 6 juta orang AS terinfeksi HPV setiap tahun. Dalam survei, 48 persen pria yang datang ke klinik, hasil tes HPV-nya positif. Angka itu sekitar 8 persen dari populasi pria secara umum.
Vaksin baru terbukti efektif mencegah infeksi HPV. Pada tahun 2006, CDC merekomendasikan agar vaksin secara rutin diberikan kepada perempuan saat usia 11-12 tahun.Komite praktisi imunisasi (ACIP) merekomendasikan vaksinasi bagi perempuan mulai usia 9 tahun. Rekomendasi itu menimbulkan kontroversi, tetapi bisa menyelamatkan hidup. Terlebih karena HPV merupakan penyebab utama kanker serviks pada perempuan.
Penyakit Sifilis:
Untunglah, obat efektif untuk mengatasi sifilis telah ditemukan. Pencegahan penyakit itu belum terbukti mudah. "Tingkat sifilis telah bertambah selama lima tahun berurutan," ujar Jennifer Ruth, juru bicara CDC.
Tahun 2004-2005 saja tingkat sifilis nasional meningkat lebih dari 11 persen. Di antara pria, risikonya melonjak 70 persen dalam lima tahun terakhir. Sifilis yang tidak ditangani dengan baik bisa merusak otak, sistem kardiovaskular, dan organ dalam tubuh. Lebih dari itu, memiliki sifilis berarti meningkatkan bahaya terinfeksi HIV/AIDS setidaknya 2-5 kali lipat.