Hindari Kematian Mendadak Usai Olahraga

Olahraga

Hindari Kematian Mendadak Usai Olahraga - Melakukan gerak badan secara teratur banyak disarankan untuk mengurangi penyakit kardiovaskular. Namun, tidak sedikit orang yang justru terkena serangan jantung setelah berolahraga. Sebelumnya, seniman Betawi Benyamin S dan pelawak Basuki meninggal saat bermain bola. Terakhir, aktor sekaligus politisi Partai Demokrat Adjie Massaid menghembuskan nafas terakhir usai bermain futsal.

Serangan jantung yang timbul usai berolahraga itu, menurut dr.Grace Tumbelaka, Sp.OK, biasanya terjadi pada orang yang punya risiko penyakit jantung atau pada mereka yang jantungnya tidak terlatih namun nekat berolahraga.

“Coba perhatikan orang-orang yang mengalami kematian mendadak itu, biasanya mereka sudah tidak muda lagi dan karena kesibukannya tidak bisa menyempatkan olahraga secara rutin,” papar dr.Grace, ahli kedokteran olahraga ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (5/2/2011).

Ia menambahkan, setiap olahraga permainan, seperti basket, sepak bola, tenis, atau futsal, memiliki sifat yang hampir sama. “Yang menyebabkan serangan jantung adalah karena jantungnya tidak terlatih. Kalau seseorang sudah biasa olahraga sejak muda, tidak terputus dan rutin dilakukukan tiga kali seminggu, maka mengalami efek akibat olahraga lebih kecil,” katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar setiap orang yang sudah berusia 40 tahun melakukan pemeriksaan kesehatan untuk menentukan jenis latihan yang tepat. “Di usia ini rata-rata orang punya risiko penyakit jantung,” imbuhnya.

Grace menambahkan, setiap tahapan usia memiliki tingkat latihan dan porsi tersendiri, terutama intensitasnya.

“Saat berolahraga, kebutuhan jantung akan oksigen meningkat dan jantung akan memompa lebih keras lagi. Jika sebelumnya sudah ada sumbatan di pembuluh darah, ini bisa membuat kebutuhan oksigen jantung tidak tercukupi,” kata dokter yang pernah menangangi tim Pelatnas PBSI ini.

Untuk mereka yang telah berusia paruh baya, pemeriksaan prepartisipasi wajib dilakukan. “Pemeriksaan ini sekarang baru dilakukan para atlet, padahal ini bisa dilakukan semua orang untuk menentukan jenis olahraga yang tepat,” paparnya.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, olahraga seharusnya dilakukan dengan tepat dan diawasi sehingga tidak berlebihan.

Gangguan Obsesif Kompulsif

Sebuah kelompok Stanford Penelitian medis memasang iklan untuk mencari peserta dalam studi gangguan obsesif-kompulsif.

Mereka mencari klien terapi yang telah didiagnosis dengan gangguan ini. Responnya memuaskan, mereka mendapat 300 tanggapan sehari setelah iklan dimuat. Semua dari satu orang yang sama.

Valentine Day Rentan Namakan Cinta Untuk Seksual

Valentine Day Rentan Namakan Cinta Untuk Seksual - Delapan puluh persen pelaku kejahatan seksual terjadi di antara orang saling kenal, demikian pernyataan Pusat Pencegahan Kejahatan Seksual Taiwan, mendahului Hari Valentine, 14 Februari, mengingatkan warga agar waspada terhadap kencan berujung pemerkosaan.

Saat merayakan Valentine berdua sangat rentan dengan pengatasnamaan cinta untuk melakukan hubungan seks

Saat merayakan Valentine berdua sangat rentan dengan pengatasnamaan cinta untuk melakukan hubungan seks

Menurut data statistik di Taiwan, pada 2010, 80 persen dari 846 kasus kejahatan seksual dilaporkan terjadi di antara orang yang tidak asing. Ini menunjukkan bahwa yang berkencan melalui jejaring internet kerap kali melewati Hari Valentin dengan niat berbeda, yang dapat mengarah ke kencan perkosaan atau hubungan seks tak diinginkan.

Sebagai contoh, perempuan bisa diperkirakan ingin makan malam tenang dengan cahaya lampu lilin, sedangkan laki-laki berniat menghabiskan malam di ranjang, kata pusat pencegahan tersebut. Sekitar 25 persen kejahatan seksual terjadi di rumah pelaku, 24 persen di rumah korban dan 13 persen di kamar hotel, tambahnya.

Kepala pusat pencegahan tersebut, Chang Mei-mei, mengingatkan publik bahwa bila baru terkena sial menjadi korban, penting untuk tidak segera mandi, ke toilet, atau mengganti pakaian sebelum melaporkan penyerangan dan mendapatkan peninjauan kesehatan dan pengumpulan bukti. Agar memudahkan korban melaporkan kejadian, rumah sakit kota Taipei dan rumah sakit Wan Fang menawarkan "layanan terpadu", yaitu polisi, pekerja sosial dan pengacara datang ke rumah sakit untuk membantu korban, kata pusat tersebut.

Kulit Manusia Bisa Berubah Menjadi Darah

darahKulit Manusia Bisa Berubah Menjadi Darah - Kurangnya pasokan darah membuat para ilmuwan memutar otak untuk dapat mengubah sel kulit manusia menjadi darah. Dengan teknologi terbaru ini, orang yang membutuhkan transfusi darah bisa mendapat darah dari sel kulitnya sendiri.

Peneliti di Kanada mengambil langkah-langkah besar untuk dapat mengubah sel kulit manusia dewasa langsung menjadi darah. Hasil temuan ini dapat menyediakan sumber darah yang sangat diperlukan tidak hanya untuk pasien bedah atau kanker saja, tetapi juga pasien yang menderita gangguan darah seperti anemia.

Metode baru ini terlihat lebih menjanjikan daripada metode sebelumnya yang mengubah darah dari stem sel (sel induk) embrionik.

Pendekatan sebelumnya dinilai tidak efisien dalam mengubah sel induk menjadi sel matang untuk transplantasi (pencangkokan). Selain itu, metode yang menghasilkan sel darah embrionik tidak bisa ditransplantasikan pada tubuh orang dewasa.

'Metode baru yang dipelopori oleh ilmuwan Kanada ini memiliki manfaat besar untuk memproduksi sel darah dewasa tipe I, bukan sel darah janin,' ujar Cynthia Dunbar, Kepala Bagian Hematopoiesis Molekul dari U.S. National Heart, Lung and Blood Institute, the National Institutes of Health, seperti dilansir Livescience, Senin (8/11/2010).

Dalam metode baru ini, peneliti mencoba mencari faktor pertumbuhan (zat yang mengatur pembelahan sel dan kelangsungan hidup) yang secara langsung dapat memprogram ulang sel-sel kulit menjadi sel darah. Dengan demikian, sel darah yang dihasilkan dapat ditranplantasikan langsung pada tubuh dewasa.

'Kita sekarang akan terus bekerja mengembangkan jenis-jenis sel manusia dari kulit,' ujar Mick Bhatia, pemimpin studi dan direktur ilmiah dari Stem Cell and Cancer Research Institute di McMaster University, Kanada.

Tim Bhatia ini telah beberapa kali melakukan pengubahan kulit menjadi darah dalam waktu lebih dari dua tahun. Tim peneliti juga menggunakan kulit manusia baik muda maupun tua untuk membuktikan bahwa metode ini bekerja pada setiap usia.

Penelitian ini telah dilaporkan dalam jurnal Nature edisi 7 November. Uji klinis akan dilakukan segera setelah tahun 2012.

Berbagi Tips dan Info © 2011 - 2013 by Kumpulan Cara | thanks to: Google | Yahoo Indonesia | Supported by Blog Indonesia