Penyakit batu ginjal bisa terjadi pada siapa saja, tapi beberapa tahun terakhir kasus batu ginjal pada perempuan mulai meningkat. Karenanya kenali gejala yang umum dari batu ginjal pada perempuan.
Peningkatan jumlah kasus batu ginjal pada perempuan kebanyakan disebabkan oleh gaya hidup yang salah. Salah satunya adalah terlalu banyak mengonsumsi kalori dan sedikit konsumsi protein, vitamin serta mineral.
Batu ginjal adalah suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gumpalan batu di ginjal seseorang. Batu-batu ini merupakan kumpulan atau agregat dari beberapa partikel asing dan bahan-bahan limbah di dalam tubuh serta sel-sel kulit mati.
Sebagian besar kasus batu ginjal yang terjadi aibat agregat dari kalsium yang bisa berasal dari suplemen kalisum yang dikonsumsi perempuan.
Karena itu sangat penting untuk mendeteksi adanya batu ginjal pada tahap awal. Karena jika batu ginjal ini diketahui sudah tahap akhir, maka bisa berakibat fatal.
Seperti dikutip dari Indiavision, Senin (14/6/2010) gejala umum dari batu ginjal adalah rasa sakit di perut bagian bawah selama menstruasi. Namun rasa sakit ini terkadang sangat ringan sehingga sebagian besar kasus kerap kali tidak terdeteksi.
Tapi jika pada saat yang bersamaan perempuan tersebut juga mengalami beberapa masalah berkemih seperti rasa sakit selama buang air kecil, perubahan warna urin atau adanya darah dalam urin, maka bisa menjadi petunjuk dari gejala batu ginjal. Gangguan dan gejala lainnya juga bisa muncul seperti demam, mual, muntah, banyak berkeringat serta kelambanan berpikir.
Selain itu bisa juga timbul rasa nyeri ketika perut atau punggung disentuh, rasa sakit di sisi tubuh, punggung, pangkal paha atau alat kelamin. Terkadang rasa sakit ini disebut dengan kolik ginjal.
Batu ginjal merupakan penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi seperti infeksi, penyumbatan saluran kemih serta peradangan. Karenanya batu ini harus dikeluarkan sesegera mungkin dari dalam tubuh sebelum timbul komplikasi yang berbahaya.
Beberapa cara bisa dilakukan untuk mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh seperti mengonsumsi obat tertentu yang bisa menghancurkan batu dan dikeluarkan melalui urin, teknik radiasi dalam menghancurkan batu serta teknik pembedahan jika batu yang ada sudah terlalu besar.
Gejala Umum Batu Ginjal Pada Perempuan
Kecanduan Pornografi Adalah Penyakit Otak
Kecanduan pornografi mungkin lebih sering dipandang sebagai suatu kelemahan moral atau bentuk hiburan semata. Tapi seorang ahli menyatakan kecanduan pornografi layaknya kecanduan bahan kimia, yang merupakan penyakit otak.
Kecanduan pornografi adalah kecanduan yang paling sulit untuk diobati, karena kecanduan ini menyerang 'jantung' kemanusiaan. Hal ini karena seksualitas merupakan pendorong utama dari kepentingan manusia.
"Pornografi adalah racun yang sempurna," ujar Gordon S. Bruin M.A., L.P.C, pendiri dan presiden InnerGold Counseling Services Inc., seperti dilansir dari HubPages, Senin (14/6/2010).
Bruin yang selama 18 tahun telah banyak menangani pasien kecanduan bahan kimia seperti alkohol, heroin, kokain, methamphetamine, marijuana, dan termasuk pornografi, memandang kecanduan pornografi sebagai penyakit otak layaknya kecanduan bahan kimia.
Kecanduan terjadi ketika otak secara fisik telah menguasai pikiran. Pikiran adalah intelijen yang frustrasi karena kehilangan kontrol. Ini adalah bagian yang menghasilkan perasaan benar atau salah, karena otak secara fisik tidak memiliki konsep benar atau salah.
Kecanduan adalah kondisi yang mana secara fisik dan kimia otak memaksa seseorang melakukan suatu perilaku tertentu tanpa adanya keterlibatan pikiran atau hati nurani.
Tapi karena kekuatan dari sistem limbik otak (salah satu sistem pada struktur otak) dan kapasitas untuk menaungi bagian moral dan rasional dari otak, banyak orang yang mengklaim bahwa pornografi adalah perilaku yang normal atau sebagai hiburan semata.
Pada dasarnya, satu-satunya perbedaan antara kecanduan narkoba, seperti heroin atau kokain dengan pornografi adalah cara memasuki sistem. Otak merespons informasi yang diterima melalui mata lebih cepat ketimbang dari sumber lain.
Informasi visual diproses di sistem limbik dalam waktu nanodetik (sepuluh pangkat minus sembilan detik). Inilah sebabnya mengapa kecanduan pornografi menjadi masalah besar.
Informasi visual diproses lebih cepat daripada informasi indera yang lain, bahkan respons heroin atau kokain sekalipun jauh lebih lambat.
Selain visual, hormon oksitosin juga berperan pada kecanduan pornografi. Oksitosin dapat menciptakan rasa bersatu dan kebersamaan selama berhubungan seksual.
Namun ketika hormon ini dilepaskan melalui hubungan seksual tanpa pasangan seperti cara-cara melihat gambar seksual alias pornografi, penerima oksiton dibiarkan merasa sendirian, depresi, dan bingung, walaupun disertai pelepasan dopamin (hormon pemicu rasa senang).
Oksitosin adalah suatu bahan kimia 'lem' yang mencari sesuatu ikatan. Pornografi adalah kekuatan oksitosin, yang menyebabkan perasaan kosong dan kebingungan bagi semua orang yang melakukannya. Dan ini membuat kecanduan pornografi sebagai penyakit otak.
Tetap Bugar Meski Sering Begadang
Demam sepakbola sudah dimulai, penggemar sepakbola pun mulai rajin begadang menyaksikan tim kesayangannya berlaga. Apa saja yang harus diperhatikan agar kondisi tubuh tetap bugar meski kurang tidur di malam hari?
Dampak dari kurang tidur adalah terganggunya produktivitas, karena tubuh menjadi tidak bugar dan otak sulit berkonsentrasi. Namun jika diantisipasi dengan cara yang benar, gangguan tersebut seharusnya bisa diminimalisir.
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan, dikutip dari Buzzle, Senin (14/6/2010).
1. Tidur siang yang cukup
Saat merencanakan untuk bergadang pada malam hari, tidur siang yang cukup harus dimasukkan agenda hari sebelumnya.
Masalahnya, hal itu tidak bisa dilakukan ketika sibuk dengan pekerjaan pada siang harinya. Cara menyiasatinya, tidurlah selama 12 jam pada malam sebelumnya. Atau jika pertandingan dimulai tengah malam, tidurlah lebih awal lalu bangun beberapa saat menjelang kick-off dimulai. Pastikan waktu istirahat tidak kurang dari 7-8 jam dalam sehari.
2. Pilih makanan ringan
Supaya tidak merasa mengantuk saat bergadang, hindari makanan berat yang banyak mengandung gula dan karbohidrat. Pilih buah-buahan, sayur atau salad sebagai cemilan sehat.
Tidak hanya mencegah rasa kantuk, makanan tersebut menjamin kebutuhan energi sehingga tidak kelelahan saat tidak tidur semalaman. Sambal atau saus pedas boleh ditambahkan, sekedar untuk menghindari rasa kantuk.
3. Lakukan aktivitas fisik
Banyak orang telah membuktikan bahwa aktivitas fisik adalah solusi yang efektif untuk mengatasi rasa kantuk. Olahraga membuat tubuh lebih terjaga, sehingga tidak merasa mengantuk. Karena itu jika mulai menguap saat menonton bola, manfaatkan jeda waktu 15 menit sebelum babak kedua untuk berjalan kaki ke luar ruangan.
Sebab selain aktivitas fisik, udara segar juga sangat membantu dalam menjaga tubuh tetap merasa bugar. Jika masih mengantuk, push up 50 kali atau sprint sejauh 100 meter dijamin bisa membuat tubuh kembali bugar.
4. Minum kopi
Kafein yang terkandung dalam kopi maupun minuman berenergi memang bukan solusi alami untuk membuat tubuh tetap terjaga, karena memanipulasi kerja sistem organ. Namun selama tidak dikonsumsi secara berlebihan, minuman tersebut terbukti cukup efektif menjaga ritme jantung sepanjang malam.
Usahakan tidak sampai menyebabkan kecanduan, dan sebaiknya baru diminum ketika rasa kantuk benar-benar tidak tertahankan dan tips lainnya sudah tidak mempan untuk mengatasinya.
Pakaian Dalam Bisa Deteksi Kesehatan
Selama ini pakaian dalam mungkin hanya memiliki fungsi untuk menutupi dan melindungi alat kelamin. Kini peneliti menciptakan celana dalam dengan sensor elektronik untuk menunjang kesehatan.
Revolusi celana dalam laki-laki ini tidak hanya nyaman tapi juga bisa menunjang kesehatan karena celana dalam dilengkapi dengan bio-sensor elektronik yang tercetak di bagian pinggang.
Bio-sensor elektronik ini bisa mengukur tekanan darah, denyut jantung dan tanda-tanda vital lainnya melalui kontak yang konstan dengan kulit.
Teknologi ini dikembangkan oleh ahli nano-enginering Profesor Joseph Wang dari University of California di San Diego, Amerika. Diungkapkannya bahwa kinerja dari sensor tersebut tidak akan terganggu oleh tekanan seperti lipatan atau peregangan yang terjadi sehari-hari.
Diharapkan dengan teknologi sensor ini bisa memungkinkan pasien untuk dirawat di rumah, sehingga membantu mengurangi biaya medis yang harus dikeluarkan.
Dalam metode ini bio-sensor elektronik yang digunakan berisi elektroda karbon. Hal ini diungkapkan dalam jurnal The Royal Society of Chemistry.
"Proyek ini awalnya melibatkan pemantauan dari tentara yang mengalami cedera selama operasi pertempuran dan bertujuan untuk mengembangkan sensor minimal invasif sehingga bisa mengidentifikasi cedera di lapangan," ujar Profesor Wang, seperti dikutip dari Dailymail, Jumat (11/6/2010).
Bio-sensor ini bisa mendeteksi cedera dan juga dapat langsung melepaskan obat untuk menghilangkan rasa sakit dan mengobati luka. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengaplikasikan teknologi ini.
"Monitoring ini seperti penanda serangan jantung, memperingatkan potensi untuk stroke, diabetes dan perubahan lainnya yang terkait dengan biomedis," ungkapnya.
Profesor Wang menambahkan biosensor ini juga bisa memberikan informasi berharga bagi atlet atau bisa untuk mengukur kadar alkohol. Ke depan, Profesor Wang menginginkan pakaian sensor terpadu yang bisa mencakup kesehatan di masa depan.