5 Jenis Olah Raga Meningkatkan Vitalitas Seksual

Berhubungan seks, seperti sudah banyak dibahas, juga bagian dari olahraga. Namun bukan berarti cukup dengan seks saja, tubuh menjadi sehat.

Meningkatkan vitalitas kesehatan dan intim anda

Melakukan olahraga lainnya juga bisa membuat tubuh sehat dan kehidupan seks lebih baik. Seperti dilansir Times of India, ada beberapa olahraga yang membuat Anda lebih piawai saat di ranjang. Ini dia:

1. Olah Raga Push-ups
Push-ups dapat menguatkan lengan, bahu dan otot perut. Dengan olahraga ini, Anda bisa mendapatkan otot perut yang kencang sehingga penampilan lebih menarik. Tak hanya itu, dengan otot perut yang kencang, untuk pria khususnya, sangat berguna saat melakukan posisi bercinta man on top.

2. Olah Raga Squats
Saat melakukan squats, banyak otot yang bekerja menghasilkan sejumlah hormon dan pada akhirnya bisa meningkatkan gairah seks. Olahraga ini juga menguatkan otot bokong dan kaki bagian atas sehingga bisa menambah performa saat bercinta.

3. Olah Raga Bench Press
Melakukan bench press membantu menguatkan otot dada dan lengan. Banyak wanita yang mengagumi pria berdada bidang. Dengan otot dada yang kuat, pria juga tidak mudah lelah saat bercinta dengan pasangannya. Sedangkan untuk wanita, bench press akan membuat payudara terlihat lebih kencang dan berisi. Hal ini tentu akan membuat si dia semakin tertarik pada Anda.

4. Olah Raga Kardio
Semua jenis olahraga kardio mulai dari berenang, berlari ataupun aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh. Dengan memiliki sirkulasi darah yang baik bisa membantu proses timbulnya gairah seks. Olahraga kardio juga membantu Anda melepaskan hormon endorphins di otak, hormon yang membuat rasa bahagia.

5. Olah Raga Kegel
Kegel merupakan salah satu olahraga yang penting untuk pria dan wanita. Dengan berlatih kegel, Anda bisa merasakan perubahan berarti saat bercinta. Pada pria, dengan berlatih kegel secara reguler membantu mengontrol otot yang biasanya berkontraksi saat ejakulasi. Dengan bisa mengontrol itu, para pria pun bisa membuat ejakulasi lebih lama.

6 Penyakit Seksual yang Ditularkan Pria

Penyakit Seksual yang Ditularkan Pria - Waspadai sejumlah penyakit menular seksual (PMS) yang tidak diinginkan pria. Celakanya, penyakit itu bisa ditularkan kepada wanita. Bagaimana mengenalinya? Pernah mendengar kasus istri keputihan tak kunjung sembuh? Bau pula! Sudah diobati, tetapi kambuh terus.

Ketika dokter meminta suaminya ikut diperiksa, baru ketahuan sumber keputihan berbau itu si lelaki. Dia membawa penyakit seksual itu ke rumah setelah mendapatkannya entah dari perempuan (atau lelaki) mana, lalu "membagikannya" kepada sang istri saat berhubungan intim.

Berikut ini enam jenis PMS yang menurut WebMD tak diinginkan pria. Tentunya juga tidak diinginkan wanita karena bau, sakit, dan bisa menimbulkan kemandulan.

Penyakit HIV:
Penyakit HIV

Penambahan angka penderita HIV/AIDS sebenarnya bisa dicegah. Infeksi awal HIV/AIDS tidak memiliki gejala sehingga banyak orang tidak tahu sudah terinfeksi virus tersebut. Itu sebabnya HIV menjadi penting. Jika Anda aktif secara seksual dengan lebih dari satu pasangan atau ada alasan Anda kemungkinan terpapar HIV pada masa lalu, sebaiknya lakukan skrining.

Penyakit Gonorea:
Penyakit Gonorea

Merupakan jenis PMS yang tidak mudah hilang. Pada pria, gejala GO termasuk nanah pada saluran kemih dengan rasa panas saat berkemih. Gonorea yang tidak diobati atau ditangani dengan baik bisa menyebabkan epididimitis, yaitu kondisi menyakitkan pada buah pelir dan bisa menyebabkan kemandulan.

Pada perempuan, GO merupakan penyebab utama penyakit radang panggul dan seperti klamidia, bisa menimbulkan infertilitas. GO membuat seseorang 3-5 kali kemungkinannya mengalami HIV.

Penyakit Klamidia:
Penyakit Klamidia

Meskipun tidak menunjukkan gejala, klamidia dapat menimbulkan peradangan testikel, prostat, maupun uretra. Konsekuensi bagi wanita lebih serius lagi. Infeksi yang tidak ditangani menjadi penyebab utama penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, dan beberapa kejadian infertilitas.

Meski hampir satu juta kasus klamidia di AS didiagnosis tahun 2005, para ahli memperkirakan bahwa sebenarnya terdapat 2,8 juta kasus baru setiap tahunnya. Artinya, dua dari tiga orang yang terinfeksi klamidia tidak tahu mereka memilikinya dan bisa menularkan kepada orang lain.

Penelitian menunjukkan, 1 dari 8 perempuan yang ditangani untuk masalah klamidia mengalami infeksi kembali dalam waktu setahun.

Penyakit Virus Herpes Simpleks (HSV-2):
Penyakit Virus Herpes Simpleks (HSV-2)

HSV-2 diduga yang menyebabkan sakit herpes genital mulai menurun (hanya saja kondisi ini di Indonesia tidak diketahui). Di AS, dari tes darah terhadap orang dewasa usia 48 tahun dan lebih muda, virus itu berkurang secara dramatis 19 persen dalam 10 tahun terakhir.

Penyakit Human Papillomavirus (HPV):
Penyakit Human Papillomavirus (HPV)

Virus itu diketahui sebagai penyebab kanker leher rahim (serviks). HPV juga menyebabkan kutil genital dan meningkatkan resiko kanker pada penis dan anus pada pria. Jutaan pria membawa virus tersebut dan berisiko menularkan kepada pasangan seksualnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 6 juta orang AS terinfeksi HPV setiap tahun. Dalam survei, 48 persen pria yang datang ke klinik, hasil tes HPV-nya positif. Angka itu sekitar 8 persen dari populasi pria secara umum.

Vaksin baru terbukti efektif mencegah infeksi HPV. Pada tahun 2006, CDC merekomendasikan agar vaksin secara rutin diberikan kepada perempuan saat usia 11-12 tahun.Komite praktisi imunisasi (ACIP) merekomendasikan vaksinasi bagi perempuan mulai usia 9 tahun. Rekomendasi itu menimbulkan kontroversi, tetapi bisa menyelamatkan hidup. Terlebih karena HPV merupakan penyebab utama kanker serviks pada perempuan.

Penyakit Sifilis:
Sifilis

Untunglah, obat efektif untuk mengatasi sifilis telah ditemukan. Pencegahan penyakit itu belum terbukti mudah. "Tingkat sifilis telah bertambah selama lima tahun berurutan," ujar Jennifer Ruth, juru bicara CDC.

Tahun 2004-2005 saja tingkat sifilis nasional meningkat lebih dari 11 persen. Di antara pria, risikonya melonjak 70 persen dalam lima tahun terakhir. Sifilis yang tidak ditangani dengan baik bisa merusak otak, sistem kardiovaskular, dan organ dalam tubuh. Lebih dari itu, memiliki sifilis berarti meningkatkan bahaya terinfeksi HIV/AIDS setidaknya 2-5 kali lipat.

4 Rumus Agar Bebas Penyakit

Penyakit


  1. Jangan merokok.

  2. Hindari junk food.

  3. Pantau terus lingkar pinggang.

  4. Dan berjalan kakilah!


Mungkin kita sudah mendengar nasihat di atas ribuan kali. Tapi, tahukah Anda jika kita benar-benar menjalankan keempat hal tersebut, kita mampu menurunkan kesempatan terkena sebagian besar penyakit kronis hingga 80%?

Fakta itu dipublikasi dalam Archives of Internal Medicine yang telah meneliti kesehatan, gaya hidup, dan pola makan dari 23.513 orang dewasa di Jerman, dengan kisaran usia 35 hingga 65 tahun. Para peneliti menemukan para relawan yang menjalankan pola hidup sehat, cenderung jarang terkena penyakit, seperti kanker, diabetes, dan penyakit jantung.

Studi ini juga menyertakan analisis detil mulai dari tinggi dan berat badan, riwayat kesehatan, frekuensi makan, serta bagaimana para relawan mengikuti keempat gaya hidup sehat dalam 8 tahun penelitian ini berlangsung. Percaya atau tidak, keempat gaya hidup sehat itu adalah nasihat yang sering kita dengar, yaitu : Tidak merokok, berolahraga setidaknya 3,5 jam seminggu, menjaga BMI mereka di bawah 30,untuk cek BMI anda silahkan cek Disini...Mengikuti pola makan tinggi buah, sayuran, roti gandum utuh, dan membatasi asupan daging-dagingan. Kebanyakan dari relawan menjalani satu gaya hidup, hanya 9% dari mereka yang mengikuti keempat gaya hidup yang diminta.

Usai menyesuaikan dengan faktor-faktor risiko yang mungkin mempengaruhi perkembangan penyakit, para peneliti menemukan bahwa relawan yang mengikuti semua kebiasaan sehat dapat menurunkan risiko perkembangan penyakit kronis, seperti diabetes, penyakit kardovaskular, kanker, hingga 78% ketimbang relawan yang dilaporkan tidak menjalani gaya hidup sehat sama sekali.

Secara khusus, jika keempat gaya hidup sehat ini dilakukan mampu menurunkan risiko diabetes hingga 93%, serangan jantung sampai 81%, stroke 50%, dan kanker sebesar 36%. Para peneliti mengatakan betapa pentingnya untuk mengadopsi dan mengajarkan kebiasaan sehat ini sedini mungkin.

Anda ingin selalu sehat dan terhindari dari penyakit yang mematikan? Hindari rokok (jika Anda seorang perokok, segera berhenti), selalu jaga berat sehat dengan BMI di bawah 30, lakukan aktivitas fisik setidaknya 3,5 jam seminggu, dan jalankan pola makan sehat kaya buah, sayuran, gandum utuh, serta kurangi daging merah, saran Earl S. Ford, MPH, salah satu peneliti.

Gangguan Seks yang Paling Menyengsarakan

Dalam kondisi tertentu, hal-hal yang berhubungan dengan seks tidak lagi terasa nikmatnya. Berbagai gangguan bisa membuat gairah seks justru terasa sangat menyiksa, demikian juga ereksi dan orgasme yang kadang malah merepotkan.

Dari berbagai jenis gangguan tersebut, priapism boleh jadi merupakan gangguan yang paling menyiksa secara fisik karena pada kasus tertentu harus diatasi dengan operasi. Ada juga yang menyiksa secara batin, antara lain parafilia yang membuat penderitanya sulit menemukan pasangan dengan ketertarikan yang sama dengannya.

Selengkapnya, berikut ini 5 jenis gangguan yang membuat seks jadi terasa sangat menyiksa, seperti dikutip dari Cracked.com, Selasa (15/2/2011).

1. Hiperseks
Pada wanita, kondisi ini disebut juga dengan istilah nymphomania sementara pada pria disebut satyriasis. Tanda-tandanya adalah tidak mampu mengendalikan hasrat seksual dan kadang-kadang terpaksa harus segera dilampiaskan pada siapapun yang saat itu kebetulan ada di dekat si penderita.

Dilihat dari penyebabnya, kondisi ini mirip dengan orang yang tidak bisa mengontrol nafsu makan karena sama-sama dipicu gangguan sirkuit di otak. Namun orang masih bisa makan kapan saja dan di mana saja, sementara untuk berhubungan seks di sembarang tempat tentu bukan ide yang bagus.

2. Priapism
Nama penyakit ini diambil dari nama dewa kesuburan dalam mitologi Yunani, Priapus. Sesuai penggambaran Priapus yang punya kemaluan besar dan selalu dalam kondisi ereksi, penderita priapism juga memiliki penis yang selalu tegang pada saat-saat yang tak terduga sekalipun tidak ada hasrat dan rangsangan seksual.

Kondisi ini sering dipicu oleh overdosis obat-obat perangsang seperti viagra (sildenafril). Bisa juga dipicu oleh cedera sumsum tulang belakang, lalu menyebabkan aliran darah terkonsentrasi di suatu organ salah satunya alat kelamin yang secara anatomis letaknya cukup rendah untuk dialiri darah.

3. Seksomnia
Jika perilaku berjalan saat tidur (sleepwalking) dianggap berbahaya, maka berhubungan seks saat tidur tidak cuma berbahaya tetapi sekaligus memalukan apabila terjadi saat sedang menginap di tempat orang. Sama seperti sleepwalking, berhubungan seks saat tidur (seksomnia) juga diggolongkan dalam kategori gangguan perilaku saat tidur atau parasomnia.

Bicara soal angka, seksomnia cukup sering terjadi yakni mencakup 8 persen dari seluruh penderita gangguan tidur. Angka ini diperoleh berdasarkan pengakuan pasangan tidurnya, sebab si penderita biasanya tidak dapat mengingat apa yang dilakukannya sepanjang malam.

4. Parafilia
Sesuai dengan asal katanya yakni para (menyimpang) dan phillia (ketertarikan), gangguan ini ditandai dengan penyimpangan hasrat seksual. Cakupannya cukup luas, antara lain meliputi ketertarikan terhadap obyek tertentu dari pasangannya (fetisisme), kekerasan dan penyiksaan (sadomasokisme), mayat (nekrofilia) dan binatang (zoofilia).

Dalam ilmu psikologi, gangguan ini dikategorikan dalam perilaku Obsessive-Compulsive Disorder (OCD). Karena ketertarikannya yang tidak wajar, penderitanya sering kesulitan untuk mendapat pasangan yang cocok. Kalaupun ada, kadang-kadang perilaku seksual yang tidak semestinya itu justru dapat membahayakan dirinya.

5. Persisten Sexual Arousal Syndrome
Sindrom kenikmatan seksual yang terus menerus ini menyebabkan penderitanya selalu merasa horny alias 'mupeng' (muka pengen) meski tidak ada rangsangan seksual. Bahkan pada tingkat kenikmatan tertentu, sindrom ini bisa memicu orgasme spontan tanpa harus berhubungan seks.

Berbeda dengan hiperseks, sindrom ini tidak perlu dilampiaskan dengan berhubungan seks karena kenikmatan itu akan datang sendiri dari rangsang nonseksual misalnya makanan. Karena begitu mudahnya mendapatkan kepuasan, dalam sehari penderita sindrom ini bisa mengalami orgasme hingga 300 kali

Berbagi Tips dan Info © 2011 - 2013 by Kumpulan Cara | thanks to: Google | Yahoo Indonesia | Supported by Blog Indonesia