Lemak Perut Bikin Orang Lemot

lemak perut

Selama ini penumpukan lemak di perut identik dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Tapi ternyata lemak perut ini juga mempengaruhi otak dan bisa membuat seseorang menjadi lambat berpikir alias lemot (lemah otak).

Ketika peneliti memberikan tes memori terhadap orang dewasa paruh baya diketahui bahwa orang gemuk memiliki aktivitas lebih sedikit atau kurang di bagian otak yang berkaitan dengan kemampuan mengingat fakta atau informasi.

Dalam penelitian ini juga diketahui orang yang memiliki lemak perut akan mengalami penyusutan otak, serta memiliki tingkat sensitivitas insulin yang buruk. Hal ini menyebabkan fungsi otak menjadi lebih lambat dan membuat orang tidak bisa berpikir dengan cepat.

Sebuah studi tahun 2009 yang dilakukan oleh University of Pittsburgh menemukan bahwa otak dari orang yang memiliki kelebihan berat badan (overweight) akan mengalami penyusutan sebesar 4 persen, sedangkan orang yang obesitas (di atas overweight) akan mengalami penyusutan otak sebesar 8 persen.

Sudha Seshadri, MD, seorang profesor neurologi dari Boston University School of Medicine menuturkan penyebab dari masalah ini adalah lemak perut dalam yang juga dikenal sebagai lemak visceral (visceral fat). Hasil penelitian ini telah dipublikasikan secara online tahun 2010 di Annals of Neurology.

"Semakin besar jumlah lemak visceral yang dimiliki seseorang akan membuat otaknya semakin kecil. Volume otak yang kecil ini berhubungan dengan menurunnya fungsi kognitif seseorang," ujar Sudha Seshadri, MD, seperti dikutip dari WebMD, Minggu (14/11/2010).

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahaya lain dari lemak di perut, yaitu dapat meningkatkan risiko serangan jantung, penyakit jantung lain, diabetes, stroke, demensia (pikun) dan beberapa jenis kanker.

Hal ini dikarenakan lemak perut atau visceral fat ini berhubungan dengan kolesterol tinggi, insulin tinggi, trigliserida tinggi, tekanan darah tinggi dan masalah lainnya.

0 comments:

Berbagi Tips dan Info © 2011 - 2013 by Kumpulan Cara | thanks to: Google | Yahoo Indonesia | Supported by Blog Indonesia